Pengertian Sistem Informasi Berbasis Komputer dengan Contoh Sistem Pakar

1. Sistem Informasi Berbasis Komputer
2. Materi Konsep-konsep sistem Sistem dan subsistem Elemen-elemen sistem Antarmuka subsistem Klasifikasi sistem Manajer dan sistem Lingkungan informasi Data, informasi, dan pengetahuan Karakteristik data dan informasi Informasi untuk manajemen
3. Sistem dan subsistem Sistem adalah sekumpulan elemen-elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan. Subsistem adalah sistem-sistem yang berada di dalam sebuah sistem.
4. Elemen sistem Masukan Keluaran Proses Mekanisme Pengendalian Tujuan Umpan balik
5. Tujuan. Tujuan utama yang umum ada 3 macam, yaitu : Untuk mendukung fungsi manajemen. Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen. Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan. Masukan : segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan untuk diproses. Proses. Keluaran.
6. Mekanisme pengendalian diwujudkan dengan menggunakan umpan balik. Umpan balik digunakan untuk mengendalikan masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur sistem agar berjalan sesuai dengan tujuan. Umpan balik ada 2, yaitu : Umpan balik negatif, menyesuaikan penyimpangan terhadap standar. Umpan balik positif, menentukan standar dan meramalkan penyimpangannya sehingga penyimpangan dapat dicegah.
7. Sistem perusahaan dan lingkungannya Lingkungan Pemerintah Perusahaan Pemasok Pemegang saham atau pemilik Pelanggan Komunitas Global Komunitas Finansial Pesaing Serikat Pekerja Batas
8. Pemasok, disebut juga vendor, memasok bahan, mesin, layanan, dan informasi yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan produk dan layanannya. Pelanggan, meliputi current user dan prospective user. Serikat pekerja, adalah organisasi pekerja terampil dan tidak terampil. Komunitas finansial terdiri dari institusi yang menguasai sumber daya keuangan yang tersedia untuk perusahaan.
9. Pemegang saham atau pemilik adalah orang yang menginvestasikan uangnya pada perusahaan dan merepresentasikan tingkat manajemen tingkat tertinggi. Pesaing meliputi semua organisasi yang bersaing dengan perusahaan dalam pasarnya. Pemerintah, yang menyediakan batasan dalam bentuk hukum dan regulasi, juga menyediakan bantuan dalam bentuk pembelian, informasi, dan pendanaan. Komunitas global adalah area geografis di mana perusahaan melakukan operasinya.
10. Batas adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan sistem.
11. Antarmuka subsistem Subsistem Subsistem Subsistem Subsistem Masukan Keluaran Antarmuka subsistem
12. Fungsi antarmuka Menyatakan aliran data. Menyaring data. Mengkodekan dan mendekodekan data. Mendeteksi kesalahan data. Buffering data. Pengamanan data. Peringkasan data.
13. Klasifikasi sistem Sistem abstrak dan sistem fisik Sistem deterministik dan sistem probabilistik Sistem tertutup dan sistem terbuka Sistem alamiah dan sistem buatan manusia Sistem sederhana dan sistem kompleks
14. Sistem abstrak : sistem yang berisi gagasan atau konsep. Sistem fisik : sistem yang secara fisik dapat dilihat. Sistem deterministik : sistem yang operasinya dapat diprediksi dengan tepat. Sistem probabilistik : sistem yang tidak dapat diramal dengan pasti. Sistem tertutup : sistem yang tidak bertukar materi, informasi, atau energi dengan lingkungannya. Sistem relatif tertutup : sistem yang mempunyai masukan dan keluaran tertentu tetapi gejolak lingkungan tidak mempengaruhinya.
15. Sistem terbuka : sistem yang berhubungan dengan lingkungan dan dipengaruhi oleh lingkungan. Sistem alamiah : sistem yang terjadi karena alam. Sistem buatan manusia : sistem yang dibuat oleh manusia.
16. Kedudukan sistem informasi sebagai sebuah sistem Sistem abstrak Dapat berupa sistem probabilistik, dapat juga berupa sistem deterministik bergantung pada permasalahan yang dihadapi. Dapat berupa sistem terbuka, dapat juga berupa sistem relatif tertutup. Sistem buatan manusia. Sistem kompleks.
17. Manajer Fungsi manajer : Plan Organize Staff Direct Control Peranan manajer : Interpersonal Informational Decisional
18. Keahlian manajer : Keahlian komunikasi Keahlian problem solving Pengetahuan manajer : Computer literacy Information literacy
19. Lingkungan informasi Banyak keputusan strategis bergantung pada informasi Sumber daya manusia, material, mesin, modal dan informasi merupakan sumber daya vital bagi kelangsungan hidup organisasi. Informasi digunakan untuk kepentingan internal organisasi dan pihak eksternal organisasi.
20. P e makai internal meliputi staf operasi, manajemen tingkat bawah hingga tingkat atas. Pemakai eksternal dapat berupa pelanggan, pemegang saham, supplier, dll. Manajemen dibagi menjadi 3 yaitu : Manajemen tingkat bawah yang bertanggung jawab pada pengawasan dan pengendalian kegiatan operasional sehari-hari. Manajemen tingkat menengah yang bertanggung jawab dalam hal perencanaan dan koordinasi kegiatan-kegiatan jangka pendek.
21. Manajemen tingkat atas bertanggung jawab terhadap perencanaan jangka panjang dan menetapkan tujuan organisasi. Pelanggan Pemasok Pemegang Saham
22. Data, informasi, dan pengetahuan Data : deskripsi tentang benda, kejadian, aktifitas, dan transaksi, yang tidak mempunyai makna atau tidak berpengaruh secara langsung pada pemakai. Data yang terformat : data dengan suatu format tertentu. Misalnya, data yang menyatakan tanggal atau jam, atau menyatakan nilai mata uang. Kejadian (event) : sesuatu yang terjadi pada saat tertentu.
23. Dalam bisnis kejadian sering disebut dengan transaksi. Informasi : data yang sudah diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
24. Siklus Informasi Masukan (Data) Proses (Model) Keluaran (Informasi) Basis Data Data Ditangkap Penerima Hasil Tindakan Tindakan Keputusan
25. Pengetahuan : kombinasi dari naluri, gagasan, aturan, dan prosedur yang mengarahkan tindakan atau keputusan. Pengetahuan didapatkan dari belajar dan pengalaman.
26. Hubungan data, informasi, dan pengetahuan Akumulasi Pengetahuan Memformat, memilih, meringkas Menerjemahkan, memutuskan, bertindak Data Hasil informasi pengetahuan
27. Hirarki Data File Record Record Record Field Field Field
28. Karakteristik data dan informasi Jarang Rendah Cukup usang Masa depan Ringkas Sangat luas Eksternal Sangat sering Frekuensi Pemakaian Tinggi Keakurasian yang diperlukan Sangat mutakhir Kekinian Masa lalu Garis Waktu Rinci Tingkat Keringkasan Sempit, terdefinisi dengan baik Lingkup Internal Sumber Pengendalian Strategis Pengendalian Manajemen Pengendalian Operasional Manajer Tingkat Atas Manajer Tingkat Menengah Manajer Tingkat Bawah Karakteristik Informasi
29. Kualitas data dan informasi Isi informasi Akurat. Informasi harus tepat mewakili objek yang diwakilinya dan bebas dari kesalahan. Relevan. Harus ada kesesuaian antara informasi dengan masalah yang akan dipecahkan berdasarkan informasi tersebut. Lengkap. Jumlah informasi harus mencukupi untuk digunakan sebagai bahan membuat keputusan. Ringkas. Jumlah informasi tidak boleh berlebihan. Lingkup luas. Informasi yang disampaikan harus dapat meliputi semua objek yang harus disampaikan. Kinerja informasi. Seberapa sering informasi dapat berguna bagi pembuat keputusan.
30. Waktu penyajian Ketepatan waktu. Ketepatan waktu datangnya informasi pada saat informasi tersebut dibutuhkan. Keterkinian. Informasi harus mencerminkan keadaan yang paling baru. Frekuensi. Penyampaian informasi harus sesuai dengan frekuensi pembuatan keputusan oleh manajemen Periode. Untuk membuat keputusan strategis, informasi yang diperlukan adalah informasi jangka panjang. Sebaliknya, untuk membuat keputusan sederhana hanya dibutuhkan informasi jangka pendek.
31. Bentuk informasi Kejelasan. Seberapa jelas dan tajam suatu informasi sehingga dapat dipahami pembaca. Rincian. Rincian laporan harus dapat ditampilkan atau disediakan bila diperlukan pembacanya. Urutan. Urutan informasi akan sangat menentukan kemudahan pembacaan laporan. Presentasi. Dapat dilakukan dengan menampilkan grafik, perbedaan warna, kata-kata, perbandingan, dan sebagainya. Informasi yang berbeda memerlukan presentasi yang berbeda pula. Media. Informasi dapat dilaporkan melalui berbagai media, misalnya e-mail, laporan tercetak atau buku, dan sebagainya.
32. Sumber informasi untuk manajemen Pameran dagang, kontak personal Percakapan makan siang, arisan. Informal Forum-forum industri Pertemuan-pertemuan terjadwal Formal, verbal Laporan-laporan industri Laporan-laporan, audit Formal, berbasis dokumen Basis data publik Basis data internal Formal, berbasis komputer Sumber eksternal Sumber internal Jenis
33. 6 Kategori informasi Informasi penyejuk : informasi keadaan sekarang yang merangkum keadaan umum bisnis atau organisasi. Contoh : ringkasan penjualan. Peringatan berisi penunjuk terhadap sesuatu yang tidak biasa atau mungkin memerlukan tindakan manajerial atau perubahan-perubahan rencana
34. Indikator kunci berisi ukuran aspek-aspek penting yang berkaitan dengan kinerja organisasi, seperti keluhan pelanggan. Informasi situasional : informasi terkini tentang proyek, masalah, atau isu penting yang memerlukan perhatian manajer. Gosip : informasi informal yang berasal dari sumber yang mungkin dapat dipercaya atau tidak dapat dipercaya. Informasi eksternal : informasi yang berasal dari luar departemen atau perusahaan.
35. Gambaran sistem informasi Banyak aktifitas manusia yang berhubungan dengan sistem informasi. Contoh sistem informasi : Sistem reservasi pesawat terbang. Sistem untuk menangani penjualan kredit kendaraan bermotor. Sistem biometrik Sistem telemetri. Sistem layanan akademik, dll.
36. Kemampuan utama sistem informasi Melaksanakan komputasi numerik, bervolume besar, dan berkecepatan tinggi. Menyediakan komunikasi dalam organisasi atau antar organisasi yang murah, akurat dan cepat. Menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar dalam ruang yang kecil tetapi mudah diakses.
37. Memungkinkan pengaksesan informasi yang sangat banyak diseluruh dunia dengan cepat dan murah. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi orang-orang yang bekerja dalam kelompok dalam suatu tempat atau pada beberapa lokasi. Menyajikan informasi dengan jelas yang menggugah pikiran manusia. Mengotomasikan proses-proses bisnis yang semiotomatis dan tugas-tugas yang dikerjakan secara manual.
38. Mempercepat pengetikan dan penyuntingan. Pembiayaan yang jauh lebih murah daripada pengerjaan secara manual.
39. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan bisnis Pengaruh ekonomi internasional dan persaingan dunia. Perkembangan teknologi. Batas waktu yang semakin meningkat. Kendala sosial.
40. Kemampuan tersebut mendukung sasaran bisnis Peningkatan produktifitas. Pengurangan biaya. Peningkatan pengambilan keputusan. Peningkatan layanan kepada pelanggan. Pengembangan aplikasi-aplikasi strategis yang baru.
41. Hubungan sistem informasi dengan pemakainya Manajer dan staff Data non-transaksi Data transaksi Pemrosesan Informasi Pemrosesan Transaksi Pemegang saham dan pihak lain Pelanggan, pemasok, dan pihak lain
42. Interaksi sistem informasi dan teknologi informasi dengan komponen-komponen penting dalam perusahaan Struktur Organisasi Proses Bisnis Orang dan Budaya Sistem dan Teknologi Informasi Strategi Manajemen
43. Peranan penting sistem informasi dalam organisasi Berpartisipasi dalam pelaksanaan tugas-tugas. Mengkaitkan perencanaan, pengerjaan, dan pengendali dalam sebuah subsistem. Mengkoordinasikan subsistem-subsistem. Mengintegrasikan subsistem-subsistem.
44. Hubungan perencanaan, pengerjaan, dan pengendalian dalam sebuah sistem Pengerjaan Perencanaan Pengendalian Rencana kerja Standar kerja Umpan balik hasil kerja vs rencana kerja Informasi pengerjaan Rencana kerja; standar kerja Kinerja sekarang dan masa lalu
45. Definisi sistem informasi Sebuah rangkaian prosedur formal di mana data dikelompokkan, diproses menjadi informasi, dan didistribusikan kepada pemakai. Hall Suatu sistem buatan manusia yang secara umum terdiri atas sekumpulan komponen berbasis komputer dan manual yang dibuat untuk menghimpun, menyimpan, dan mengelola data serta menyediakan informasi keluaran kepada para pemakai. Gelinas, Oram, & Wiggins Kumpulan perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna. Bodnar & Hopwood Kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi. Alter Definisi Sumber
46. Kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumber daya untuk mengubah masukan menjadi keluaran, guna mencapai sasaran-sasaran perusahaan. Wilkinson Sebuah sistem yang mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik. Turban, McLean, & Wetherbe Definisi Sumber
47. Komponen sistem informasi
48. Perangkat keras : meliputi peralatan-peralatan fisik seperti komputer, printer, dll. Perangkat lunak : sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data. Orang : personil-personil yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pengolahan, dan penggunaan keluaran sistem informasi. Basis data : sekumpulan tabel, hubungan, dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data. Jaringan komputer : sistem penghubung yang memungkinkan sumber daya dipakai secara bersama-sama atau diakses oleh sejumlah pemakai.

Add a comment April 24, 2012
Tags:

ANALISA PERBEDAAN STRUKTUR KOGNISI MANUSIA DAN ARSITEKTUR KOMPUTER

Kita pasti sudah mendengar dengan namanya komputer mainframe. Komputer ini juga sering dijuluki sebagai komputer dinosaurus karena ukurannya yang sangat besar. Komputer ini juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurngan sebagai berikut.

Kelebihan Dan Kekurangan Komputer Mainframe

Kelebihan:
1. Memiliki processor yang berjumlah lebih dari satu.
2. Bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user).
3. Dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan
4. Menggunakan teknologi time sharring.
5. Kecepatan kerja processornya hingga 1GOPS (Giga Operations Per Second).
Kekurangan:
1. Karena ukurannya yang besar, maka diperlukan ruangan yang besar untuk menyimpannya.
2. Harganya sangat mahal.
3. Interface dengan pengguna masih menggunakan teks.
4. Kerjanya sangat lama.
5. Membutuhkan daya listrik yang sangat besar.
Nah. yang satu ini pasti sudah tidak aneh lagi bagi kita. Komputer jenis ini sering digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat. Komputer ini juga dikatakan lebih hebat daripada komputer mainframe tetapi pasti ada kekuangannya.

Kelebihan Dan Kekurangan Personal Computer (PC)
Kelebihan:
1. Ukurannya yang sangat kecil dibandingkan dengan komputer mainframe.
2. Interfacenya sudah berupa grafik. (GUI)
3. Mudah dioperasikan.
4. Harganya relatif murah.
5. Kerjanya lumayan cepat.
Kekurangan:
1. Tidak bisa digunakan oleh banyak pengguna dalam waktu bersamaan.
2. Tidak bisa digunakan untuk kegiatan yang sangat berat seperti untuk kegiatan penelitian ilmiah dan kegiatan suatu perusahaan.
3. Processor hanya berjumlah satu.
4. Hanya bisa membuka satu aplikasi dalam waktu yang sama.
5. Tidak dapat memproses data yang sangat besar seperti komputer mainframe.

Setelah kekurangan dan kelebihannya komputer, saya akan membahas tentang apa perbedaan dan persamaan antara struktur kognisi manusia dan arsitektur komputer.
Pertama-tama kita buat definisi (dari beberapa sumber atau tokoh):
a. Struktur
b. Kognisi
c. Manusia
d. Arsitektur
a. Struktur
Menurut Prof. Benny H. Hoed, struktur adalah bangun (teoritis) yang terdiri atas unsur-unsur yang berhubungan satu sama lain dalam satu kesatuan.
b. Kognisi
Istilah kognisi berasal dari bahasa Latin cognoscere yang artinya mengetahui. Kognisi dapat pula diartikan sebagai pemahaman terhadap pengetahuan atau kemampuan untuk memperoleh pengetahuan [2].Istilah ini digunakan oleh filsuf untuk mencari pemahaman terhadap cara manusia berpikir
c. Manusia
Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti “manusia yang tahu”), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain.
d. Arsitektur
Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.
Jadi dapat disimpulkan bahwa struktur kognisi manusia adalah suatu unsur yang saling berhubungan antara satu sama yang lain yang saling berakomodir atau saling melengkapi antara fungsi-fungsi, skema. Seperti bagian otak yang mengakomodir unsur atau organ bagian -bagian tubuh manusia yg menjadikan suatu sistem yang kompleks. Sedangkan untuk struktur kognnisi arsitektur komputeradalah suatu unsur yang saling melengkapi tetapi tidak sekompleks struktur kognisi dari manusia, karena struktur kognisi arsitektur terdiri hanya dari perangkat keras yang didesain seperti CPU, RAM, Memori, Procesor.
Sekarang kita membahas tentang perbedaannya :
Struktur / model kognitif
Model kognitif merupakan suatu model yang berhubungan dengan sistem interaktif yang memodelkan aspek pengguna, disini lebih menekankan kepada aspek pemahaman, pengetahuan, tujuan dan pemrosesan. Kategorisasi khusus model ini adalah kompetensi kinerja, selera komputasi, tanpa disertai pembagian yang jelas.
Struktur / model arsitektur
Pada model arsitektur kognitif, lebih menekankan kepada prediksi dan pemahaman terhadap kesalahan merupakan fokus dari analisis yang dilakukan. Pegertian struktur kognisi manusia
Menurut seorang tokoh yang bernama Ausabel ia mengemukakan bahwa struktur kognitif merupakan organisasi pengetahuan atau dengan kata lain bahwa struktur kognitif dapat disebut sebagai pengetahuan. Struktur kognitif seseorang tidak lain adalah organisasi pengetahuan faktual yang diperoleh dari lingkungan. Struktur kognitif terbentuk dari informasi lingkungan sebagai suatu stimulus dari lingkungan yang selalu berubah, maka struktur kognitif atau pengetahuanpun akan terus berkembang. Keadaan struktur kognitif yang berkembang inilah yang mungkin menjadi prasyarat bagi seseorang yang untuk mengasimilasi dan mengakomodasi pengetahuan atau informasi lain dari lingkungan sehingga struktur kognitif ini dapat memiliki kemampuan untuk berkembang.
Ada beberapa aspek yang mempengaruhi struktur kognitif, antara lain yaitu:
1. Berdasarkan kedewasaan dan perkembangan individu
2. Sifat belajar yang lebih bermakna dari pengalaman yang terintegrasi
3. Ketepatan dalam mentransformasi informasi stimulus dan pengalaman melalui fungsi kognisinya.
Pengenalan Arsitektur Komputer
Ini adalah penjelasan mengenai komponen komputer, serta tentang organisasi komputer. Telah dideskripsikan fungsi dan desain berbagai unit komputer digital yang menyimpan dan mengolah informasi. Berkaitan dengan unit komputer yang menerima informasi dari sumber eksternal dan mengirimkan hasil terkomputasi ke destinasi eksternal. Kebanyakan materi yang dibahas disini ditujukan untuk hardware komputer dan arsitektur komputer. Hardware komputer terdiri dari sirkuit elektronik, display, media penyimpanan magnetik dan optik, perangkat elektromekanik, dan fasilitas komu¬nikasi. Arsitektur komputer meliputi spesifikasi sekumpulan instruksi dan unit hardware yang melaksanakan instruksi tersebut. Disini dibahas pula banyak aspek pemrograman dan komponen software dalam sistem komputer. Sangatlah penting mempertimbangkan aspek hardware dan software pada desain berbagai komponen komputer guna mencapai pemahaman yang baik pada suatu sistem komputer. Memperkenalkan sejumlah konsep hardware dan software, menampilkan beberapa istilah umum, dan memberikan pandangan umum tentang aspek dasar subjek tersebut.
Jadi dapat disimpulkan bahwa struktur kognisi dan arsitektur komputer memiliki perbedaan. Lalu apa perbedaannya?
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya kalau struktur kognitif manusia itu proses berpikir yang terjadi pada diri sendiri, jadi manusia memiliki kontrol terhadap proses berpikirnya sendiri. Sedangkan kalau arsitektur komputer itu yang menciptakan adalah manusia, manusia yang membuat program, manusia yang membuat pola dari sistem komputer itu. Jika disatukan, maka akan menimbulkan suatu hubungan timbal balik yang sangat menguntungkan.
Kelebihan dan kekurangan dari struktur kognisi yaitu :
Kelebihan :
Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas.
banyak member motivasi agar terjadi proses belajar.
mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal.
Kekurangan :
membutuhkan waktu yang cukup lama

Add a comment April 24, 2012
Tags:

SPSS

SPSS adalah program komputer yang dipakai untuk analisis statistika. Sejak tanggal 28 Juli 2009, SPSS disebut sebagai PASW (Predictive Analytics SoftWare), karena perusahaan ini telah dibeli oleh perusahaan IBM dengan harga US$1,2 miliar.

cara penggunaan mudah tinggal memasukan data yang akan di kaji

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/SPSS

Add a comment October 31, 2011

tugas soft skill mata kuliah psikologi & teknologi internet

1.Adanya aspek evolusi teknologi yang dimulai dari riset packet switching (paket pensaklaran) ARPANET (berikut teknologi perlengkapannya) yang pada saat itu dilakukan riset lanjutan untuk mengembangkan
wawasan terhadap infrastruktur komunikasi data yang meliputi beberapa dimensi seperti skala,performannce/kehandalan, dan kefungsian tingkat tinggi.

2.
– Definisi dari Bandwidth adalah banyaknya ukuran suatu data atau informasi yang dapat mengalir dari suatu tempat ke tempat lain dalam sebuah network di waktu tertentu. Bandwidth dapat dipakai untuk mengukur baik aliran data analog maupun data digital. Sekarang sudah menjadi umum jika kata bandwith lebih banyak dipakai untuk mengukur aliran data digital.

-ISP (Internet Service Provider) adalah perusahaan atau badan usaha yang menjual koneksi internet atau sejenisnya kepada pelanggan. ISP awalnya sangat identik dengan jaringan telepon, karena dulu ISP menjual koneksi atau access internet melalui jaringan telepon.

-FTP server, berupa sebuah komputer server yang memberikan fasilitasFTP dengan tujuan untuk menerima koneksi (hubungan) dari luar.Biasanya komputer dengan fasilitas sebagai FTP server juga berfungsisebagai web server.Ada dua jenis server komputer yang dapat dihubungi dengan fasilitasFTP, yaitu :a) Anonymous FTP Server atau dapat juga disebut Public FTP Server.Server komputer ini dapat diakses dan terbuka bagi semuapemakai internet. File-file dalam server ini dapat di-downloadsecara gratis. Untuk menggunakan Anonymous FTP ini

sumber : http://tskau0.tripod.com/sejarah_singkat_internet.htm

Add a comment October 3, 2011

Proses Dasar Dalam Kelompok

PROSES DASAR DALAM KELOMPOK
I. TAHAP FORMING
A. Pandangan Psikoanalisis
Freud : orang bergabung dalam kelompok karena keanggotaan dapat
memuaskan kebutuhan dasar biologis dan psikologis tertentu
Ada 2 proses pembentukan kelompok, yaitu:
1. Identifikasi
energi emosi individu (libido) diarahkan ke dirinya dan orang lain.
Individu menjadikan orang lain (orang tua) sebagai model egonya → EGO
IDEAL. Penerimaan orang tua sebagai objek kasih sayang anak akan
membentuk ikatan yang kuat → kepuasan melalui sense of belonging,
kesalingtergantungan, perlindungan terhadap ancaman luar dan
meningkatkan self development.
2. Transferen
bagaimana pembentukan kelompok pada masa awal kehidupan
individu mempengaruhi perilaku kelompok selanjutnya. Individu melihat
pemimpin kelompok sebagai figur otoritas sebagaimana individu
menganggap orang tuanya.
B. Pandangan Sosiobiologi
Menurut pandangan ini, orang bergabung dengan kelompok untuk
memuaskan keinginan yang kuat untuk berafiliasi secara biologis.
Didasarkan teori evolusi dari Charles Darwin : bergabung dengan anggota
lain dari satu spesies merupakan ekspresi strategi yang stabil secara evolusioner
dan kultural dari individu yang dapat meningkatkan rerata kesuksesan
reproduksi.
C. Pandangan Proses Pembandingan Sosial
Leon Festinger (1950, 1954) : orang membutuhkan orang lain karena mereka
membutuhkan informasi tentang diri mereka dan lingkungan mereka dan
kebutuhan akan informasi. Ini hanya dapat dipenuhi dari orang lain. Individu
membandingkan diri mereka dengan orang lain tentang keyakinan, opini dan
sikap mereka → apakah benar, valid, sesuai.
D. Pandangan Pertukaran Sosial
Model ketertarikan kelompok, dengan mempertimbangkan :
1. reward
2. cost
→ minimax principle (berusaha untuk mendapatkan reward yang sebesarbesarnya
dan mengurangi cost yang sekecil-kecilnya).
II. TAHAP STORMING : KONFLIK DALAM KELOMPOK
Munculnya disagreement, pertengkaran dan friksi diantara anggota kelompok
yang melibatkan kata-kata, emosi dan tindakan.

Tahap-tahap perkembangan konflik:
1. Disagreement
perlu segera diindentifikasi disagreementnya:
• apakah benar-benar ada atau sekedar kesalahpahaman
• apakah perlu segera ditangani atau terselesaikan sendiri
• jika benar-benar ada dan menyangkut beberapa faktor situasional
minor
2. Confrontation
dua orang atau lebih saling bertentangan → verbal attack.
diakhir tahap ini, tingkat koalisi (sub kelompok dalam kelompok)
dimana anggota kelompok menjadi terpolarisasi (membentuk blok-blok).
3. Escalation
pada tahap ini, anggota kelompok menjadi semakin kasar, suka
memaksa, mengancam, sampai pada kekerasan fisik → timbul mosi tidak
percaya (distrust), frustasi dan negatif reciprocity.
4. Deescalation
berkurang atau menurunnya konflik
anggota mulai sadar waktu dan energi yang terbuang sia-sia dengan
berdebat
Mekanisme pengolahan konflik:
a. Negosiasi : secara interpersonal sengan asumsi bahwa tiap orang akan
mendapatkan keuntungan dengan adanya situasi
– distributive issues : negosiasi berhasil, satu pihak puas, pihak yang lain
mengikuti karena pihak yang lain itu memiliki power
– integrative issues : negosiasi berhasil, kedua pihak merasa puas (win
win solution)
b. Membangun kepercayaan : dengan mengkomunikasikan keinginan
individu secara hati-hati dan harus konsisten antara apa yang diomongkan
dengan perilaku aktualnya
5. Conflict Resolution
tiap konflik sampai pada tahap ini, meskipun tidak semua pihak puas
akan hasilnya
Penyebab konflik :
1. Interdepence
tidak semua interdependence menyebabkan konflik, jika:
a. ada kerjasama antar anggota dalam interdepence shg konflik ↓
b. ada kompetisi antar anggota dalam interdepence shg konflik ↑
Deutch (1949):
pure cooperation → promotive interdependence : dengan menolong
pure competition → contrient interdependence : anggota bisa meraih
tujuannya hanya jika anggota lain gagal memilihnya
14
2. Influence stategies
strategi-strategi untuk mempengaruhi orang lain, ancaman, hukuman
dan negatif reinforcement → meningkatkan konflik
3. Misunderstanding dan misperception
III. TAHAP NORMING : PEMBENTUKAN STRUKTUR KELOMPOK
1. Peran (role)
Peran (role) merupakan perilaku yang biasanya ditampilkan orang sebagai
anggota kelompok yang menyediakan basis harapan berkaitan dengan perilaku
orang dalam posisi yang bervariasi dalam kelompok.
Perbedaan peran :
Task roles → tugas
Socioemotional roles → sosioemosi
Teori 3 dimensi peran :
a. dominance – submission
b. friendly – unfriendly
c. instrumentally controlled – emotionally eupressive
Konflik peran :
interrole : konflik antara 2 atau lebih peran yang dijalani oleh 1 orang
intrarole : konflik antara peran 1 orang dengan peran orang lain
2. Norma (norm)
Norma (norm) merupakan aturan-aturan yang menggambarkan tindakantindakan
yang seharusnya diambil oleh anggota kelompok.
3. Hubungan antar anggota
→ otoritas, hubungan ketertarikan, hubungan komunikasi
IV. TAHAP PERFORMING : BEKERJA BERSAMA DALAM KELOMPOK
Percobaan Norman Triplett (1897) tentang fasilitasi sosial yaitu situasi dimana
kehadiran orang lain akan meningkatkan kinerja seseorang.
A. Coaction Paradigm
→ beberapa orang melakukan tugas dan ditempat yang sama, tetapi tidak saling
berinteraksi, misalnya: ujian dikelas
B. Audience Paradigm (passive spectators)
→ kehadiran orang lain justru menghambat kinerja, misalnya: menghapal
pelajaran ditengah orang banyak
Penelitian Robert Zajonc:
Respon dominan
→ fasilitasi sosial yang ada meningkatkan kinerja seseorang, maka respon
dominan itu sesuai
􀂾 Respon nondominan
→ fasilitasi sosial yang ada menurunkan kinerja seseorang, maka respon
dominan itu tidak sesuai

Penyebab fasilitasi sosial:
1. adanya dorongan
2. kekhawatiran akan penilaian (evaluasi) orang lain
3. distraksi (perhatian yang terpecah)
Performance Dalam Kelompok yang Berinteraksi
Tipologi tugas dari Steiner didasarkan pada kombinasi antara:
– jenis-jenis tugas yang dapat dibagi
– jenis-jenis hasil yang diinginkan
– prosedur-prosedur individu dalam memberi masukan
Memprediksi Performance Kelompok
Klasifikasi tugas penting karena:
tipe tipe tugas yang berbeda memerlukan sumber daya yang berbeda
jika anggota kelompok mempunyai sumberdaya tersebut maka akan
sukses
Tipologi tugas menurut Steiner
1. Divisible : subtugas dapat dibagi-bagi kepada beberapa anggota
2. Unitary >< divisible : satu tugas hanya dikerjakan satu orang saja
3. Maximazing : yang diutamakan adalah produk atau kuantitas maksimal
4. Optimazing : yang terutama adalah kinerja atau kualitas optimum
5. Additive : adanya penambahan input individual untuk menghasilkan produk
kelompok
6.Compensatory : rata-rata penilaian individu untuk menghasilkan produk
kelompok
7. Disjunctive : kelompok harus mempunyai satu jawaban spesifik terhadap tipe
masalah ya atau tidak
8. Conjuctive : semua anggota harus melakukan tindakan yang spesifik sebelum
tugas selesai dengan sempurna
9. Discretionary : jika anggota bebas memilih, metode mana yang disukainya
dengan mengkombinasikan input individualnya
Meningkatkan performance kelompok:
1. Proses komunikasi
2. Proses perencanaan → strategi-strategi kinerja
3. Prosedur-prosedur khusus:
a. Brainstorming, terdapat 4 syarat utama:
expressiveness : bebas mengekspresikan apa saja yang
ada dalam benak kita
nonevaluative : tidak ada pendapat yang baik atau buruk,
semua pendapat berharga
quantity : semakin banyak ide, semakin kreatif
building : ide-ide yang disampaikan seperti puzzle (ide-ide
tersebut masih kasar, harus disusun dulu)

b. Nominal Group Technique (NGT)
→ pemimpin memberikan permasalahan ke forum lalu ditulis di
whiteboard. Setiap orang disuruh maju ke whiteboard untuk
menuliskan gagasan lalu dipilih mana yang paling baik
c. Delphi Technique
→ pemimpin membuat kuesioner, anggota disuruh mengisi
kuesioner tersebut. Setelah diisi dikembalikan ke pemimpin lalu
diberi feedback, dikembalikan lagi ke anggota, demikian terus
menerus sampai ditemukan solusi yang baik
d. Synectics (bahasa Yunani = bergabung bersamanya elemenelemen
yang berbeda dan nampaknya tidak relevan)
→ bentuk spesial dari brainstorming. Kita disuruh berpikir lebih
kreatif, berpikir secara divergen, dapat memberikan ide bermacammacam.

Add a comment November 29, 2010

Psikologi Massa

PSIKOLOGI MASSA
A. Definisi
1. Psikologi Massa
a. Psikologi massa adalah studi mengenai tingkah laku banyak orang
atau kumpulan manusia mengenai kelompok-kelompok yang
terorganisir dengan longgar sekali (Kamus Lengkap Psikologi).
b. Psikologi massa adalah psikologi yang khusus mempelajari perilaku
manusia dalam loosely organized group (Chaplin, 1972).
2. Massa adalah sekumpulan banyak orang (ratusan/ribuan) yang
berkumpul dalam suatu kegiatan yang bersifat sementara.
B. Massa Abstrak dan Massa Kongkrit (Mennicke, 1948)
1. Massa Abstrak adalah sekumpulan orang-orang yang sama sekali belum
terikat satu kesatuan, norma, motif dan tujuan.
Alasan timbul :
• ada kejadian menarik
• individu mendapat ancaman
• kebutuhan tidak terpenuhi
2. Massa Kongkrit adalah massa yang mempunyai ciri-ciri:
Ciri-ciri:
• adanya kesatuan mind dan sikap
• adanya ikatan batin dan persamaan norma
• ada struktur yang jelas
• bersifat dinamis dan emosional, sifat massa jelas
Massa Abstrak Massa Kongkret
Ego pribadi Ego massa
Tercermin dalam diri pemimpin Kepentingan masih kritis, masih kongkret
Antara masssa abstrak dan massa kongkrit kadang-kadang mempunyai
hubungan, dalam arti bahwa masa abstrak dapat berkembang atau berubah
menjadi massa yang kongkrit dan sebaliknya masa kongkrit dapat berubah
menjadi massa abstrak. Tetapi ada kalanya masa abstrak bubar tanpa adanya
bekas.
C. Massa Aktif dan Massa Pasif (Park dan Burges)
1. Massa aktif yang disebut dengan mob terbentuk karena telah adanya
tindakan-tindakan nyata, misalnya demonstrasi, perkelahian massal, dsb
Menurut Mc Laughlin, paling tidak ada 3 kondisi yang melatarbelakangi,
yaitu:
• adanya problem yang cukup serius
• upaya penyelesaian problem yang tertunda
• adanya keyakinan dalam kelompok massa bahwa problem harus
diselesaikan

Faktor-faktor yang menyebabkan massa aktif :
• perasaan tidak puas
→ bertukar pikiran → ide baru → perbuatan yang selalu diulang →
jika sudah matang ‘massa’
• tekanan jiwa masyarakat
→ memuncak dan meledak
2. Massa pasif yang disebut dengan audience adalah kumpulan orangorang
yang belum melakukan tindakan nyata, misalnya orang-orang
berkumpul untuk mendengarkan ceramah, menonton sepakbola, dll
D. Gerakan Massa
Jenis-jenis Gerakan Massa (Danzigers)
1. Gerakan Massa Progresif
→ merombak norma lama, membentuk norma baru
2. Gerakan Massa Status Quo
→ mempertahankan norma lama (konservatif)
3. Gerakan Massa Reaksioner
→ orang yang bersikap untung-untungan
→ lebih lunak/fleksibel, tidak tegas yang penting golongannya tidak
dirugikan
Penyebab Gerakan Massa
Salah satu pandangan berpendapat bahwa manusia itu merupakan
individu yang mempunyai dorongan-dorongan atau keinginan-keinginan yang
pada prinsipnya membutuhkan pemuasan atau pemenuhan. Tetapi dalam
kenyataannya tidak semua dorongan atau keinginan itu dapat dilaksanakan
secara baik. Dorongan atau keinginan yang tidak memperoleh pelepasan,
terdorong dan tersimpan dalam alam bawah sadar, yang pada suatu ketika akan
muncul kembali diatas sadar bila keadaan memungkinkan.
Salah satu pendapat yang dikemukakan oelh Freud bahwa struktur pribadi
manusia terdiri dari 3 bagian, yaitu das es atau the id, yaitu berupa dorongandorongan
yang pada dasarnya dorongan-dorongan tersebut membutuhkan
pemenuhan, ingin muncul dan ingin keluar. Yang kedua adalah das ich atau the
ego, yang merupakan sensor untuk menyesuaikan dengan keadaan sekitarnya
terutama dengan norma-norma. Yang ketiga, yaitu das uber ich atau the
super ego, merupakan kata hati yang berhubungan dengan moral baik buruk.
Dalam kehidupan bermasyarakat adanya norma-norma tertentu yang
merupakan pedoman-pedoman yang membatsi gerak atau perilaku anggota
masyarakat. Dengan adanya norma-norma itu sebagai anggota masyarakat yang
baik tidak dapat berbuat seenaknya. Ini berarti bahwa norma-norma itu
berfungsi menyesuaikan dengan keadaan lingkungan, yaitu menyesuaikan
dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat.
Atas dasar uraian diatas dapat dikemukakan salah satu analisis mengenai
perbuatan massa adalah berdasarkan atas faktor psikologis yang mendasarinya,
yaitu orang bertindak dalam massa atas dorongan-dorongan yang muncul dari

bawah sadar yang semula ditekannya. Karena itu bila banyak hal ditekan
merupakan suatu pertanda yang kurang baik, sebab pada suatu waktu dapat
muncul dipermukaan bila keadaannya memungkinkan, slah satu bentuk adalah
dalam massa.
Proses Dinamika Gerakan Massa
1. Pemusatan perhatian
2. Penciptaan suasana kebersamaan
3. Pusat rasa kagum dan perasaan berada pada suatu massa
4. Pemimpin membayar massa kemana aktivitas akan massa akan dituju
E. Individu Dalam Massa
• Kehilangan kepribadian yang sadar dan rasional, tindakan kasar dan
irasional, menurut secar membabi buta pada pemimpin
• Melakukan hal-hal yang berlawanan dengan kebiasaan → agresi
Teori frustasi-agresi dari Fuller-Miller, mengemukakan:
• agresivitas merupakan cerminan dari frustasi yang dirasakan oleh massa
• kuat lemahnya tergantung besar kecilnya hambatan dalam mencapai
tujuan tersebut
Menurut Sidis, individu dalam massa akan terkena hipnotis bentuk ringan
sehingga pertimbangan kritis hilang
Kondisi Psikologis Individu Dalam Massa
Menurut Gustave Le Bon, massa itu mempunyai sifat-sifat psikologis
tersendiri. Orang yang tergabung dalam suatu massa akan berbuat sesuatu,
yang perbuatan tersebut tidak akan diperbuat bila individu itu tidak tergabung
dalam suatu massa. Sehingga massa itu seakan-akan mempunyai daya
melarutkan individu dalam suatu massa, melarutkan individu dalam jiwa massa.
Seperti yang dikemukakan oleh Durkheim bahwa adnaya individual mind dan
collective mind, yang berbeda satu dengan yang lain. Menurut Gustave Le Bon
dalam massa itu terdapat apa yang dinamakan hukum mental unity atau law
mental unity, yaitu bahwa massa adalah kesatuan mind, kesatuan jiwa.
Menurut Allport, sekalipun kurang dapat menyetujui tentang collective
mind tetapi dapat memahami tentang pemikiran adanya kesamaan (conformity),
tidak hanya dalam hal berpikir dan kepercayaan, tetapi juga dalam hal perasaan
(feeling) dan dalam perbuatan yang tampak (overt behaviour).

Add a comment November 29, 2010

ALASAN-ALASAN INDIVIDU MASUK KELOMPOK & JENIS-JENIS KELOMPOK

ALASAN-ALASAN INDIVIDU MASUK KELOMPOK
& JENIS-JENIS KELOMPOK
A. Mengapa seseorang masuk dalam kelompok?
Menurut Forsyth :
1. Pemuasan kebutuhan-kebutuhan psikologis (mis: rasa aman, cinta)
2. Meningkatkan ketahanan yang adaptif
3. Kebutuhan akan informasi
Menurut Shaw :
1. Ketertarikan interpersonal
2. Aktivitas kelompok
3. Tujuan Kelompok
4. Keanggotaan kelompok
5. Efek instrumental dari keanggotaan kelompok (kemudahan-kemudahan
yang didapat dalam sebuah kelompok)
Menurut Robbins (1998) :
1. Keamanan
2. Status
3. Penghargaan diri
4. Pertalian
5. Kekuasaan
6. Pencapaian tujuan
Keuntungan Masuk Kelompok
1. Social interaction
2. Social support
– social approval (persetujuan dari lingkungan apa yang
dilakukannya mendapat persetujuan dari kelompok)
– belief confirmation
3. Group member characteristic
– competence
– physical attractiveness
Kerugian Masuk Kelompok
1. Primary tension
2. Personal investments → uang pendaftaran, waktu, tenaga, barang, iuran
bulanan, dll
3. Social rejection
4. Interference (campur tangan orang lain)
5. Reactance
FIRO (Fundamental Interpersonal Relations Orientation)
Teori 3 dimensi hubungan interpersonal dari William C Schultz, yaitu :
1. Need of inclusion (perasaan sebagai anggota dari suatu kelompok)
8
– undersocial
– social
– oversocial
2. Need of control
– abdicrat
– democrat
– autocrat
4. Need of affection
– underpersonal
– personal
– overpersonal
B. Jenis-jenis Kelompok
1. Dyad → kelompok terdiri dari 2 orang
2. Kelompok kecil → kelompok primer dimana terjadi face to face, saling
tergantung, ada identitas kelompok yang sangat kuat
3. Organisasi → sekumpulan orang yang mempunyai tujuan yang sama dan
struktur yang sangat jelas
4. Massa → sifat temporer, mempunyai tujuan yang sama, tidak berstruktur
9

Add a comment November 29, 2010

Pendekatan Terhadap Studi Tentang Kelompok

PENDEKATAN TERHADAP STUDI TENTANG KELOMPOK
A. Pendekatan Terhadap Studi Tentang Kelompok
1. Teori Sintalitas Kelompok (Catell, 1948, 1951)
Sintalitas : kepribadian → kebersamaan, dinamika, temperamen dan
kemampuan kelompok
Dimensi kelompok :
a. sifat-sifat sintalitas → pengaruh adanya kelompok sebagai keseluruhan
terhadap kelompok lain dan lingkungannya
b. sifat-sifat struktur kelompok → hubungan antara anggota kelompok,
perilaku kelompok, pola organisasi kelompok
c. sifat-sifat populasi → sifat rata-rata anggota kelompok
Dinamika Sintalitas :
– eksistensi kelompok tergantung pada kebutuhan individu anggotanya
– kelompok-kelompok biasanya saling overlapping
2. Teori Prestasi / Produktivitas Kelompok (Stogdill, 1956)
Dikembangkan dari 3 teori yang berbeda orientasi :
a. orientasi penguat → teori-teori tentang belajar
b. orientasi lapangan → teori-teori tentang interaksi
c. orientasi kognitif → teori-teori tentang harapan
B. Karakteristik Kelompok
Karakteristik kelompok (Sorsyth, 1979), yaitu:
1. Interaksi → fisik, verbal, nonverbal, emosional
2. Struktur → pola hubungan yang stabil diantara anggota
Role yang telah diharapkan dan seseorang yang telah menduduki
Input
dari Anggota
Variabel
Media
Output
( Prestasi )
interaksi
performance
harapan (kesediaan
u/ mendapatkan
penghargaan)
A. Struktur Formal
fungsi
status
B. Struktur Peran
tanggung jawab
otoritas
produktivitas
moril
integrasi
Feed Back

Norma : aturan yang mengidentifikasi atau mendeskripsikan perilaku
yang tepat
Relasi antar anggota
3. Tujuan
Intrinsik
Ekstrinsik (tujuan bersama)
– faktor pemersatu paling kuat (ex: olah raga)
– memotivasi perilaku tertentu sehingga tujuan tercapai
4. Groupness → entitavity (kesatuan) : tingkat dimana kesatuan kekuatan
tunggal menyatu
5. Ketergantungan dinamis
Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kelompok :
A. Faktor Situasional : Karakteristik Kelompok
1. Ukuran kelompok → efektif : 5 orang (Hare, 1952)
2. Jaringan komunikasi
3. Kohesi kelompok, yaitu kekuatan yang mendorong anggota kelompok
untuk tetap tinggal dalam kelompok dan mencegahnya meninggalkan
kelompok (Collins & Raven, 1964)
Menurut Mc David & Harori (1964), kohesi kelompok diukur dari :
• ketertarikan satu sama lain secara interpersonal
• ketertarikan anggota pada kegiatan dan fungsi kelompok
• sejauh mana anggota tertarik pada kelompok sebagai alat pemuas
kebutuhan anggotanya
4. Kepemimpinan → yaitu komunikasi yang secara positif mempengaruhi
kelompok untuk bergerak ke arah tujuan kelompok (Cragan & Wright,
1980)
B. Faktor Personal : Karakteristik Anggota Kelompok
Menurut (Cragan & Wright, 1980) 2 dimensi interpersonal, yaitu :
1. Proses interpersonal : keterbukaan, percaya, simpati
2. Kebutuhan interpersonal → William C Schultz (FIRO) : inklusi, kontrol,
afeksi
Roda Rantai Y Lingkaran Bintang

Add a comment November 29, 2010

Psikologi kelompok dan Psikologi sosial

A. Psikologi Kelompok – Psikologi Sosial
1. Psikologi Kelompok
Agregrat : karakteristik tertentu, tidak saling mengenal atau
pun berinteraksi
Audiens : melakukan hal yang sama disatu waktu, tidak saling
mengenal dan kurang berinteraksi
Crowd : kedekatan secara fisik, berinteraksi terhadap suatu
stimulus atau situasi umum
Tim : berinteraksi secara teratur, aktivitas atau tujuan
tertentu
Keluarga : diikat oleh hubungan kelahiran atau ikatan hukum,
biasanya tinggal dalam suatu tempat
Organisasi formal : saling bekerja sama, berstruktur jelas, adanya
tujuan bersama
2. Psikologi Sosial
-Individu
-Kelompok
Interelationship : – diantara individu
– diantara kelompok
B. Pengertian Kelompok
1. Interaksi Interpersonal
a) Homans (1950) : kelompok adalah sejumlah individu berkomunikasi
satu dengan yang lain dalam jangka waktu tertentu yang
jumlahnya tidak terlalu banyak, sehingga tiap orang dapat
berkomunikasi dengan semua anggota secara langsung.
b) Bonner (1959) : kelompok adalah sejumlah individu yang
berinteraksi dengan individu yang lain.
c) Stogdill (1959) : satu sistem interaksi terbuka dimana pola interaksi
tersebut ditentukan oleh struktur sistem tersebut.
2. Persepsi Keanggotaan
a) Smith (1945) : kelompok sosial adalah satu unit yang terdiri dari
sejumlah organisme yang mempunyai persepsi kolektif tentang
kesatuan mereka dan mempunyai kemampuan untuk berbuat dan
bertingkah laku dengan cara yang sama terhadap lingkungan
b) Bales (1950) : kelompok kecil adalah sejumlah orang yang
berinteraksi secara langsung dimana masing-masing anggota
menerima persepsi dan impresi pertama dengan yang lain dan
memberi reaksi satu dengan yang lain.

3. Kesaling tergantungan
a) Lewin (1951) : konsep tentang kelompok sebagai satu dinamika
haruslah memasuki definisi tentang kesaling tergantungan anggota.
b) Friedler (1967) : kelompok itu adalah individu yang mempunyai
takdir bersama dimana jika satu kejadian mempengaruhi seseorang
dalam kelompok maka anggota lain akan terpengaruh.
c) Cartwright dan Zender (1968) : kelompok itu sekumpulan individu
yang mempunyai hubungan antar anggota yang satu dengan yang
lain yang membuat mereka saling tergantung dalam tingkatan
tertentu.
4. Tujuan
a) Mills (1967) : kelompok adalah satu unit yang terdiri dari dua orang
atau lebih yang bekerja sama atau melakukan kontak untuk
mencapai satu tujuan dan yang mempertimbangkan kerjasama
diantara kelompok sebagai satu yang berarti.
b) Freedman (1936) : orang masuk dalam kelompok antara lain dalam
rangka mencapai tujuan kelompok tersebut.
5. Motivasi
a) Catell (1951) : kelompok adalah sekumpulan organisme yang saling
berhubungan satu dengan lain untuk memenuhi kebutuhan tiap
anggota.
b) Bass (1960) : kelompok adalah sekumpulan individu dimana
keberadaannya sebagai kelompok menjadi reward.
6. Organisasi Terstruktur
a) Mc David dan Harari : organisasi sebagai kelompok adalah sistem
terorganisasi dimana ada dua orang atau lebih individu yang
berhubungan dalam fungsi yang sama, mempunyai seperangkat
standar tentang hubungan peran anggota dan mempunyai morma
yang mengatur tingkah laku anggota kelompok.
b) Sherif dan Sherif (1959) : kelompok adalah unit sosial yang
ditandai sejumlah individu yang mempunyai status, hubungan
peran, norma tertentu yang semuanya itu mengatur tingkah laku
anggota kelompok.
c) Stogdill (1959) : satu sistem interaksi terbuka dimana pola interaksi
tersebut ditentukan oleh struktur sistem tersebut.
7. Mutual Influence
a) Shaw (1979) : dua atau lebih individu yang berinteraksi satu
dengan yang lain dimana masing-masing anggota mempengaruhi
satu dengan yang lain.

Defini Lain:
• Baron & Byrne (1979) : kelompok memiliki 2 tanda psikologis, yaitu
pertama, adanya sense of belonging ; kedua, nasib anggota kelompok
tergantung satu sama lain sehingga hasil setiap anggota terkait dengan
anggota yang lain.
• Forsyth (1983) : kelompok adalah dua atau lebih individu yang saling
mempengaruhi melalui interaksi sosial.
• Cartwright & Zander (1968) : kelompok adalah kumpulan individu yang
saling berhubungan sehingga saling bergantung pada derajat tertentu.
Karakteristik Kelompok
1. Interaksi interpersonal → mutual influence
2. Struktur → roles, norm, intermember relations
3. Tujuan → motivasi
4. Persepsi kekelompokan → merasa sebagai satu entitas (kesatuan yang
tunggal)
5. Kesalingtergantungan
C. Dinamika Kelompok
Tokoh yang mempopulerkan istilah dinamika kelompok adalah Kurt Lewin, yaitu
mengacu pada apa yang terjadi dalam situasi kelompok. Lewin penganut
Psikologi Gestalt. Kelompok harus merupakan sebuah gestalt, yaitu sebuah
konfigurasi yang mempunyai sebuah sistem kesatuan yang tidak dapat dipahami
jika hanya merupakan satuan.
f : function
P : personal
E : environment
Perilaku kelompok dapat dilihat dari interaksi karakter personal dan interaksi
faktor-faktor lingkungan.
Menurut Kurt Lewin, syarat dinamika kelompok ada 3, yaitu :
1. Berawal dari level kelompok → level individu
2. Fokus pada variabel-variabel yang ada saat ini
3. Mewakili kekuatan yang ada dalam situasi kelompok
Sedangkan, menurut Cartwright dan Zander (1968) dinamika kelompok
merupakan bidang penelitian yang ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan
tentang kelaziman kelompok, hukum-hukum perkembangan dan hubungan
dengan individu, kelompok lain dan institusi yang lebih besar.
B = f (P, E)

D. Orientasi Teoritis Dalam Dinamika Kelompok
Efektivitas kelompok dipengaruhi:
1. Tujuan → mudah dimengerti oleh anggota kelompok, relevan dengan
kebutuhan anggota, mengisyaratkan saling ketergantungan dan
membangkitkan komitmen tingkat tinggi dari anggota untuk mencapainya.
2. Anggota harus mengkomunikasikan ide-ide dan perasaan
3. Partisipasi dan kepemimpinan harus terdistribusikan antar anggota
Tanggung jawab
Semua orang terlibat dalam pekerjaan kelompok, setia terhadap
kebutuhan kelompok dan puas terhadap keanggotaannya
Sumber daya (potensi anggota dimanfaatkan)
Meningkatkan kohesivitas kelompok
4. Prosedur pengambilan keputusan → tepat dan fleksibel
5. Kekuasaan dan pengaruh → keahlian kemampuan
6. Konflik → kontroversi ide / opini
Pemicu : – kebutuhan
– kelangkaan sumber daya (uang, power)
– persaingan
Cara mengatasinya:
Harus bernegosiasi → sama-sama puas dan tidak memperlemah
Kerjasama
Saling ketergantungan
7. Kohesivitas meningkat
Saling menyukai
Ingin terus menjadi bagian kelompok
Puas terhadap keanggotaan
Tingkat penerimaan, dukungannya dan kepercayaan meningkat
8. Kemampuan memecahkan masalah
Merasakan adanya masalah
Mencari dan menetapkan solusi
Mengevaluasi efektivitas solusi

Comments Off on Psikologi kelompok dan Psikologi sosial November 18, 2010

Tips Langsing Pasca Melahirkan

Anda pasti kenal artis Langsing Dewi Rezer. Tubuh ideal dan langsing adalah dambaan bagi setiap wanita. Tua muda, pasti menginginkan hal tersebut. Artis Dewi Rezer menyadari hal tersebut, sebagai artis yang pernah mendapat julukan wanita seksi selalu berupaya menjaga kondisi badannya.

Fisik Dewi Rezer tidak mengalami perubahan berarti jika dilihat sebelum dan sesudah memiliki satu orang anak. Presenter sekaligus aktris yang ditemui di sebuah acara beberapa waktu lalu membuka rahasia tips langsingnya, bahwa rajin olah raga merupakan kunci kebugaran tubuhnya.

Menurutnya Marcelino Lefrant sang suami mempunyai peran yang cukup besar dalam mengontrol badannya. Sindiran halus bahwa ada timbunan lemak di bagian tubuhnya langsung direspon olah raga serta diet.

Bila anda tidak sempat olahraga atau malas olahraga, cara diet langsing yang dianjurkan adalah dengan cara sarapan dengan formula khusus. Ingin tahu formula tersebut?

Add a comment April 12, 2010
Tags:

Pages

Categories

Links

Meta

Calendar

December 2016
M T W T F S S
« Apr    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts