Mungkinkah anak Anda menderita ADHD?

March 4, 2010 asih rossi
Tags:

Si kecil ADHD?

Biasanya, anak usia tiga, empat, atau lima tahun senang ke sana-sini, gampang teralihkan perhatian, serta cenderung tantrum alias cepat ngambek. Namun, bila si kecil selalu menangis setiap kali Anda ‘mencoba’ meninggalkan rumah, sering membuat masalah ketika bermain dengan anak lain, serta bikin onar di sekolah, Anda mungkin akan bertanya-tanya, apakah semua itu merupakan gejala awal ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

Diagnosa
“Pada kebanyakan anak di bawah usia enam tahun, ADHD agak sulit didiagnosa,” kata James Perrin, M.D., ketua komite ADHD di American Academy of Pediatrics. Namun, ia menambahkan, kabar baiknya adalah anak Anda belum tentu membutuhkan diagnosa itu. Anda masih bisa kok, mengasah keterampilan yang berhubungan dengan perilaku yang bermanfaat bagi semua anak. Anak prasekolah perlu dibentuk, mampu mengantisipasi, membagi tugas dalam langkah-langkah yang mudah, serta mendapat hadiah untuk kesuksesan kecil. Namun, beberapa anak membutuhkan hal ini lebih dari anak lain.

Rutinitas sederhana
Isyarat secara visual amat menolong. Misalnya, bila salah satu anak Anda selalu menempati tempat duduk saudaranya saat nonton TV, letakkan dua buah handuk sehingga jelas posisi duduk masing-masing. Atau jika anak punya masalah memfokuskan perhatian ketika berpakaian di pagi hari, tugas ini dipecah menjadi langkah-langkah yang lebih sederhana (“Pertama, pakai celana pendek kamu. Sekarang, baru pakai kausnya.”) serta ilustrasikan semua ini dengan bagan di dekat tempat tidur si kecil. Beri hadiah begitu ia melakukannya dengan benar. Bersabarlah; bisa jadi butuh waktu sampai berminggu-minggu sebelum Anda melihat ada kemajuan. “Tapi bila pada akhirnya ia bisa mengenakan sendiri pakaiannya, ini berarti Anda punya rencana yang bisa dijalankan anak Anda,” kata Sharon Weiss, konsultan perilaku dan penulis From Chaos to Calm: Effective Parenting for Challenging Children with ADHD and Other Behavioral Problems.

Bantuan luar
Jika Anda sudah mencoba pendekatan tersebut dan anak Anda masih saja punya masalah dalam melakukan berbagai hal, bicarakan dengan dokter anak Anda, yang mungkin akan merujuknya ke pakar kesehatan mental, seperti psikolog atau psikiater anak, atau dokter anak yang juga pakar perkembangan perilaku. Para pakar ini bisa mendiagnosa kasus-kasus langka ADHD yang bisa diderita anak di usia ini – atau membantu menguak keterlambatan perkembangan, bila ada. “Ia mungkin saja bilang, Anda punya anak umur empat tahun yang sangat unik,” kata dr. Perrin. “Tapi paling bagus sih, ya diperiksa lebih lanjut.”

Entry Filed under: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

March 2010
M T W T F S S
« Dec   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Most Recent Posts

 
%d bloggers like this: