Diagnosa ADHD Sedini Mungkin

March 4, 2010 asih rossi
Tags:

Di masa balita anak yang aktif bergerak adalah wajar, karena dia sedang giat-giatnya mengeksplorasi lingkungan. Namun, jika anak terlalu aktif, mungkin saja terdapat gangguan. Sebelum menyimpulkan tentunya anak perlu didiagnosa terlebih dulu. Umumnya diagnosa dilakukan saat anak memasuki usia sekolah. Bisakah diagnosa dilakukan saat anak di bawah usia 5 tahun? Menurut pakar perkembangan anak ADD/ADHD dari Universitas Mansfield, Eileen Bailey, memaparkan memang sangat sulit mendiagnosa ADHD pada anak di bawah usia 5 tahun karena di masa itu anak-anak sedang mengalami tahap perkembangan yang berbeda-beda. Biasanya perilaku aktif yang berlebihan tanpa memikirkan konsekuensinya merupakan tipikal tingkah laku anak di usia ini, termasuk kemampuan rentang perhatian yang pendek. Anak akan semakin sulit didiagnosa adanya gejala ADHD jika hanya berada di lingkungan rumah saja.

Beberapa kriteria yang mengindikasikan perilaku ADHD akan lebih tampak ketika anak menjalani setidaknya di dua lingkungan yang berbeda, misalnya sekolah dan rumah. Namun, jika Anda yakin anak mengalami gejala ADHD, siapkan jurnal harian untuk mencatat pengamatan yang Anda lakukan selama 6 bulan. Sehingga saat diperlukan, Anda bisa berbagi informasi dengan pakar yang menangani masalah ini.
Jika Anda ingin segera menemui pakar yang menangani masalah ADHD sebelum anak usia 6 tahun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum anak mendapat penanganan yang lebih serius:

Jika selama 6 bulan Anda mendapati gejala-gejala ADHD pada perilaku anak secara konsisten yang tidak sesuai dengan tahapan usia perkembangan anak. Anak seringkali tertangkap keluar atau melarikan diri ketika berada di prasekolah atau day care. Masalah perilaku terus berlanjut hingga melewati masa 6 bulan pengamatan Anda. Diagnosa idealnya dilakukan saat anak berada di bangku sekolah atau usia 6 tahun ke atas, mengapa demikian? Berikut beberapa alasannya:

Salah satu persyaratan diagnosa, gejala-gejala ADD/ADHD sebaiknya diamati ketika anak sudah memiliki dua lingkungan yang berbeda, yaitu lingkungan sekolah dan rumah. Jika pada keduanya anak memiliki masalah perilaku yang sama secara konsisten, sebaiknya Anda segera membawanya ke ahlinya.

Anak usia dini umumnya merasa tidak nyaman jika menerima adanya perubahan. Seringkali mereka menunjukkan ketidaknyamannya melalui sikap anak yang mengganggu. Anak overaktif belum tentu tergolong anak ADD/ADHD.

* Biasanya anak mengalami tingkatan perkembangan di usia yang berbeda-beda sehingga sulit mengukur adanya keterlambatan perkembangan.
* Kontroversi seputar ADD/ADHD dapat memberikan kontribusi pada orangtua untuk tidak mencari perawatan atau diagnosis lain untuk mendiagnosa anak usia dini.

Meski demikian diagnosa sudah bisa dilakukan saat anak berusia 2 tahun. Beberapa orangtua juga melakukan diagnosa setelah menemukan adanya kejanggalan saat anak masih bayi. Perlu diperhatikan meski anak tidak mengalami ADD/ADHD, namun seringkali ditemukan beberapa gejala ADD sebelum anak masuk sekolah.

Entry Filed under: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

March 2010
M T W T F S S
« Dec   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Most Recent Posts

 
%d bloggers like this: