Atomoxetine telah disetujui FDA sebagai terapi maintenance ADHD pada anak dan dewasa

March 4, 2010 asih rossi
Tags:

Kalbe.co.id – Atomoxetine, merupakan penghambat neurotransmitter norepinefrin secara selektif ini merupakan yang pertama kali disetujui oleh FDA sebagai preparat non stimulan untuk pasien anak dan dewasa dengan ADHD.

Lebih lanjut menurut Dr. Thomas J. Spencer dari Assosiasi Psikiatri di Fakultas Kedokteran Harvard, di Boston, Massachusetts, mengatakan bahwa ini merupakan pilihan untuk pengobatan yang jangka panjang untuk mengontrol gejalanya serta mempengaruhi pasien. Keamanan dan efikasi dari Atomoxetine dalam memelihara pasien ADHD sudah memperlihatkan hasilnya yaitu pada pemakaian selama 18 bulan sebagai upaya preventif terhadap relaps atau kambuhnya 600 pasien anak-anak dan remaja yang usianya antara 6 – 15 tahun yang memenuhi kriteria DSM-IV untuk ADHD. Disimpulkan bahwa Atomoxetine lebih superior jika dibandingkan dengan plasebo, berdasarkan perhitungan dengan skala ADHD Rating Scale (ADHD-RS). Ditambahkan lagi, dari hasil trialnya bahwa pasien yang mendapatkan Atomoxetine lebih kecil mengalami kekambuhan (2,5%) jika dibandingkan dengan diberikan plasebo (12,2%).

Dengan adanya trial penggunaan jangka panjang, yang sifatnya international dan multisenter dan memberikan hasil yang baik, maka FDA menggunakannya sebagai bagian dari keputusan untuk disetujuinya produk ini. Pada penelitian lainnya, sekitar 604 pasien yang awalnya secara open-label diterapi dengan Atomoxetine, setelah 10 minggu, 69% dari pasiennya diberikan pertanyaan dan kemudian dirandomisasi dan diacak kemudian diberikan Atomoxetine atau plasebo selama 9 bulan.

Pada bulan ke 6 setelah dilakukan randomisasi, mendekati 1 tahun setelah terapi, akhirnya 81 pasien yang diterapi dengan Atomoxetine dan 82 pasien dengan plasebo group. Hasil pada randomisasi pasien menunjukkan bahwa terapi dengan Atomoxetine mempunyai kemaknaan yang berkesinambungan jika dibandingkan dengan plasebo. Untuk anak dan dewasa yang mengalami ADHD mengatakan respons yang baik pada awal diberikan Atomoxetine dan kemudian diberikan kembali selama 1 tahun, 97,5% respon dengan Atomoxetine versus 87,8% pada plasebo (angka kambuhnya : Atomoxetine, 2,5%; plasebo, 12,2%).

Ditambahkan juga angka pasien yang menghentikan terapi setelah 1 tahun sangat rendah jika dibandingkan dengan angka relapsnya pada pasien yang menghentikan terapi pada 6 bulan selama fase penelitian secara open label, dimana pada kelompok Atomoxetine 61/292 [20,9%]; plasebo, 46/124 [37,1%]).

Secara umum Atomoxetine dapat ditoleransi oleh pasien dan efek samping yang sering dikeluhkan oleh pasien adalah sakit kepala dan nasofaringitis. Dari hasil penelitian terhadap dosis secara final adalah sekitar 1,54 mg/kgBB/hari setelah 12 bulan dan 18 bulan terapi.

Entry Filed under: Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

March 2010
M T W T F S S
« Dec   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Most Recent Posts

 
%d bloggers like this: